Selasa, 18 Oktober 2011

muenzier bhuche: aneuk jangka

muenzier bhuche: aneuk jangka: Dalam menjalani hidup setidaknya kita akan menemukan dua hal yaitu kerja keras dan energi. Kerja keras merupakan sesuatu usaha yang kita lak...

aku selalu menimbang, menimbang kemana langkah kakiku melangkah. melangkah untuk kepastian dalam hidupku. dan aku pun menyadari, apa yang aku rasakan sekarang ini juga dirasakan oleh orang lain.


ya, itulah yang aku pikirkan sekarang ini. segala rencana dan plus minusnya aku rancang dengan apik, dan pada waktu esok aku pun bingung dengan rencana yang lain. bingung, pusing, dan menyesakkan dada.
balik ke kampung halaman dan mengabdikan diri? bagaimana dengan 'in come'  yang akan aku terima? adakah sesuatu yang bisa mendukung untuk aku lebih kreatif? dan bla bla bla... semua aku pikirkan. aku pikirkan dengan masak.


seandainya aku di kampung halaman, dan memang sih sudah ada kepastian, aku bisa mengembangkan bakat yang sudah aku punya. bisa masuk di sekolah almamaterku, bisa masuk di sekolah yang orang tuaku membawahinya, dan bisa .... semuanya mungkin dan itu belum ada kepastian.

pusing, bingung, menyesakkan dada.

dan sampai detik ini, waktu pun terus bergulir. usia pun menua, karya tak menentu. apa yang bisa aku perbuat dalam hidup ini? aku hanya bisa berencana dan ALLAH lah sang penentu.





Kau tidak akan bisa menahan laju angin
sama seperti kau tidak bisa menahan inginku

Kuhapus kau, agar jejakku tak teraba
Tak usah kau ikuti jejak langkahku
Tak perlu kau tahu kemana arah langkahku
Itu hanya akan membuat luka hatimu

Biarkan aku menapakinya sendiri
tanpa perlu kau tahu
Aku takkan tersesat tanpamu

Agar aku bisa belajar menjadi sekuat karang
yang diterjang ombak tetap kokoh
Agar aku bisa menjadi lautan
tempat dimana kau selalu merindu



Dini hari yang indah
Dibawah kerlip bintang bertaburan diatas sana
Hening terasa dan dingin menyapa jiwa
Tuhan, terima kasih atas semuanya
Kau tlah buatku tersenyum sepanjang detik
Tangis dan senyumku adalah anugerah terindah yang Kau berikan
Tuhan, biarkan angin tetap semilir
Biarkan mentari esok hari tetap bersinar
Dan biarkan tawa mereka selalu bersemayam dalam dadaku
Bersama indahnya cericit pagi esok hari
Detik berjalan pelan tapi pasti
Menghinggapi jiwa-jiwa yang haus belaianmu
Tuhan, jadikan hidup kami bermakna
Layaknya madu yang manis terasa
Dan aku akan bersenandung tentang cinta



Tidak ada komentar:

Posting Komentar